AeroTrain Corp.
Belajar SEKARANG...untuk Hari Esok!
Alat Peraga Sistem Navigasi Pesawat Model AT-09

Alat Peraga Sistem Navigasi Pesawat Model AT-09 terdiri atas peralatan navigasi yang berfungsi dengan baik yang digunakan di pesawat pada umumnya. Alat peraga ini terdiri atas peralatan radar sekunder (Distance Measuring Equipment (DME) dan Transponder), dan peralatan navigasi radio (VOR, LOC,GS, MB, dan ADF). Model AT-09 dapat diupgrade dengan fitur opsional dan menambahkan navigasi satelit (GPS). Alat peraga ini adalah tiruan asli dari sistem navigasi pesawat dengan fungsi dan kemampuan untuk memfasilitasi aspek-aspek dalam latihan praktik seperti berikut:

  • Melakukan praktik terkait penerbangan seperti membongkar, memasang, mengoperasian, dan pemeriksaan maintenance menggunakan ramp tester.
  • Melakukan uji diagnostik seperti layaknya di bengkel maintenance pesawat, menggunakan transmisi dan penerima navigasi real time dengan sert tes tolok DME/Transponder.
  • Menguji alat menggunakan simulasi navigasi/data penerbangan sesuai prosedur teknis standar.

Model AT-09 menekankan desain sehingga para siswa dapat menambah pengalaman melalui praktik.

Pelatihan Radar Sekunder:

DME dan Transponder merupakan radar sekunder yang digunakan untuk navigasi dan identifikasi. Model AT-09 juga dilengkapi keduanya.

Distance Measuring Equipment (DME):

DME yang dipasang pada panel memiliki pembacaan digital yang menampilkan jarak pesawat terhadap stasiun darat yang dipilih, groundspeed, dan time-to-station. Penerima 200 channel dapat dihubungkan secara digital melalui penerima NAV atau dicari secara langsung dengan kenop kontrol frekuensi. DME menggunakan satu penghasil frekuensi digital kristal.

Transponder Mode A dan C:

Transponder Mode A dan C dipasang pada panel alat peraga ini. Enkoder Digital juga disertakan. Transponder memiliki layar digital yang menampilkan kode ketinggian Mode A dan Mode C. Transponder dioperasikan menggunakan arus DC 28V, dan dilengkapi lampu latar untuk memudahkan pembacaan angka dan melihat kenop pada panel. Enkoder digital dapat mengonversi input tekanan statis yang mensimulasikan ketinggian mulai -1.000 kaki hingga 35.000 kaki dengan akurasi +/-20 kaki. Enkoder adalah alat umum yang kompatibel dengan semua transponder pesawat.

Lembar Kerja Lab. bagi Siswa untuk DME:

Model AT-09 dilengkapi lembar kerja lab bagi siswa untuk praktik pengujian dan maintenance DME pada pesawat sebenarnya.

Lembar Kerja Lab. bagi Siswa untuk Transponder:

Model AT-09 dilengkapi lembar kerja lab bagi siswa untuk praktik pengujian dan maintenance Transponder pada pesawat sebenarnya.

Tes DME:

Set alat uji yang terpasang pada panel digunakan untuk mengetes dan mengkalibrasi DME, Transponder, dan Indikator DME Digital ARINC568. Set alat tes dapat digunakan untuk melakukan praktik:

  • Mengukur Frekuensi dan Daya Pemancar DME
  • Mengukur Karakteristik Gelombang Pemancar DME
  • Mengukur Waktu Memori Penerima
  • Mengukur Bandwidth dan Sensitivitas Penerima
  • Mengukur Akurasi Dekoder Posisi Gelombang
  • Tes Channel Terdekat
  • Mengukur Akurasi dan Pelacakan
  • Mengukur Waktu Perolehan
  • Mengukur Performa Gema dan Channel Ikutan
  • Menguji Indikator DME Digital ARINC568
  • Menentukan penundaan Kisaran -1 nm, jika dipilih
  • Membuat streaming data seri DME

Tes Transponder:

Set alat tes dapat digunakan untuk melakukan uji dan maintenance:

  • Mengukur Bandwidth dan Minimum Threshold Level (MTL) Penerima
  • Mengukur Side Lobe Suppression (SLS)
  • Mengukur Deviasi Gelombang
  • Verifikasi Waktu Pemulihan Interrogator
  • Pengoperasian Dekoder Lebar Gelombang
  • Mengukur Frekuensi dan Daya Output
  • Mengukur Bentuk dan Lebar Gelombang, Penurunan Pemancar dan Tarikan Frekuensi
  • Mengukur Daya Pemancar (tampilan digital)
  • Mengukur Kode Identifikasi dan Ketinggian
  • Mengukur Kode Identifikasi dan Ketinggian
  • Menguji Transponder ARINC 572 (mode lokal atau jarak jauh)
  • Memilih variabel atau ruang gelombang kalibrasi untuk gelombang P2 dan P3 dengan arah plus atau minus
  • Memilih variabel atau lebar gelombang kalibrasi mulai 0.2 Îs sampai 1.85 Îs dengan ketelitian 0.05 Îs
  • Memilih side lobe suppression (SLS)
  • Pemulihan Supresi melalui fungsi Interferensi dan Interogasi DBL

Sistem Navigasi Radio di Pesawat:

Model AT-09 dilengkapi penerima navigasi radio yang terdiri atas:

  • VHF Omnidirectional Range (VOR)
  • Instruments Landing System (ILS), yang dilengkapi Localizer (LOC), dan Glide-slope (GS)
  • Marker Beacon (MB)
  • Automatic Direction Finder (ADF)

Sistem Navigasi Radio Pesawat dipasang pada bangku yang dapat digeser dan dipindahkan dengan roda yang dilengkapi rem dan pengunci. Ramp tester digunakan untuk simulasi sinyal navigasi radio. Simulator ADF digunakan sebagai bantalan radio. Sistem memerlukan daya listrik dengan voltase 110V/60 Hz atau 230V 50/60Hz; tegangan lain yang diperlukan untuk mengoperasikan alat dihasilkan secara internal. Sistem navigasi radio dilengkapi alat penerima standar penerbangan yang dipasang pada panel, antena, dan indikator yang meliputi:

  • Satu penerima navigasi dengan GS
  • Satu indikator NAV untuk VOR/LOC, dan tampilan GS
  • Satu penerima MB dengan indikator marker luar, tengah, dan dalam
  • Satu Penerima ADF
  • Satu Indikator ADF
  • Satu pemisah untuk sinyal VOR/LOC dan GS
  • Satu Antena NAV
  • Satu Antena ADF
  • Satu Antena MB

Pengujian Sistem Navigasi Radio:

Menguji Sistem Navigasi Radio dilakukan menggunakan ramp tester dan simulator ADF untuk melakukan pengujian dan maintenance yang sama persis dengan praktik di pesawat sebenarnya. Tugas yang dilakukan seperti:

  • Tes penerima navigasi untuk simulasi bantalan VOR
  • Tes indikator VOR
  • Tes bendera TO/FROM
  • Tes bendera peringatan NAV/GS
  • Tes penerima navigasi untuk simulasi deviasi LOC
  • Tes indikator deviasi LOC
  • Tes penerima navigasi untuk simulasi deviasi GS
  • Tes indikator deviasi GS
  • Tes penerima MB dengan penerimaan marker dan indikasi luar, tengah, dan dalam
  • Tes penerima ADF
  • Tes indikator ADF

Pemecahan masalah:

model AT-09 dilengkapi panel simulasi masalah yang dapat digunakan instruktur untuk memberikan skenario masalah, sehingga siswa dapat dilatih untuk menyelesaikannya. Panel masalah memiliki hingga 15 skenario masalah seputar:

  • Channel DME, antena, dan daya mati (4 masalah)
  • Ketinggian Transponder, antena, dan daya mati (4 masalah)
  • Masalah navigasi radio (7 masalah)

Upgrade dengan GPS
Model AT-09 dapat diupgrade dengan menambahkan layar navigasi GPS.

Pelatihan Berbasis Komputer / Computer Based Training (CBT):

Bersama Model AT-09 disertakan paket CBT. Paket CBT memiliki hingga 30 kali lisensi terus menerus tanpa perlu membayar biaya pembaruan lisensi. CBT dengan topik berikut disertakan dan telah diinstal di komputer:

  • Sistem Radar Primer dan Sekunder
  • Distance Measuring Equipment (DME)
  • Sistem Transponder Pesawat
  • VHF Omnidirectional Range (VOR)
  • Instruments Landing System (ILS)
  • Automatic Direction Finder (ADF)

Dokumentasi:

Bersama Model AT-09 disertakan:

  • Lembar kerja lab untuk siswa tentang DME, Transponder, dan Sistem Navigasi
  • Buku panduan bagi instruktur (menjelaskan tujuan pembelajaran untuk setiap simulasi skenario masalah dan deskripsinya)
  • Buku panduan pelatihan (menjelaskan teori, diagram blok sistem, dan petunjuk pengoperasian)
  • Diagram kabel (cetak dan file)

Pengaman:

Model AT-09 dibuat dengan memperhatikan keselamatan siswa: Peringatan pada kabel dan tempat lain sesuai dengan praktik standar yang berlaku dalam industri pesawat.